{"id":215,"date":"2015-03-23T08:00:20","date_gmt":"2015-03-23T08:00:20","guid":{"rendered":"http:\/\/anomindonesia.com\/news\/?p=215"},"modified":"2015-03-24T03:20:51","modified_gmt":"2015-03-24T03:20:51","slug":"ananda-omesh-tiga-hari-tak-tidur-demi-lolos-audisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/2015\/03\/ananda-omesh-tiga-hari-tak-tidur-demi-lolos-audisi\/","title":{"rendered":"Ananda Omesh : Tiga Hari tak Tidur Demi Lolos Audisi"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta (10\/3)-Lahir dan besar di Sukabumi, Omesh yang kala itu duduk di bangku sekolah menengah sudah aktif dalam berbagai kegiatan bidang seni teater. Lewat pertunjukan teater kabaret, ia bersama tim sering diundang untuk mengisi berbagai acara. Namun kegiatan teater tersebut sempat ditentang oleh orangtuanya. <\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Jadwal latihan yang memakan waktu hingga larut malam berbuntut sikap protes dari sang Ibunda. \u201cGue sempet dimarahin karena jarang pulang, selesai latihan sampai rumah jam satu malem masih pakai baju seragam. Dan, kadang bisa nggak pulang sampai dua hari,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/rambut-baru-karya-Yuta-San..-arigato-gozaimasu...jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-216\" alt=\"rambut baru karya Yuta San.. arigato gozaimasu..\" src=\"http:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/rambut-baru-karya-Yuta-San..-arigato-gozaimasu...jpg\" width=\"640\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/rambut-baru-karya-Yuta-San..-arigato-gozaimasu...jpg 640w, https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/rambut-baru-karya-Yuta-San..-arigato-gozaimasu..-150x150.jpg 150w, https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/rambut-baru-karya-Yuta-San..-arigato-gozaimasu..-300x300.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sebagai penggemar program tayangan Extravaganza, Omesh yang hijrah ke Bandung untuk kuliah di Unpad tidak pernah ketinggalan untuk menonton setiap episodenya. Ia langsung merasa penasaran ketika melihat iklan dibukanya audisi untuk pemain New Extravaganza. Dengan bermodalkan latar belakang teater, Omesh beserta lima orang temannya mengikiuti audisi New Extravaganza di Bandung. Omesh yang telah mengatur janji bersama teman-temannya akan menuju tempat audisi pukul 05.00 WIB agar dapat antrean terdepan harus gigit jari karena ia baru terbangun pukul 07.00 WIB. \u201cKetika gue bangun udah banyak miscall dan SMS di handphone. Dari situ gue udah nggak mau berangkat karena antreannya udah panjang tapi salah satu temen gue mau nemenin ngantre. Dan, akhirnya tanpa mandi dan ganti baju gue berangkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dari seribu orang peserta, Omesh terpilih menjadi 10 finalis mewakili Bandung untuk berangkat ke Jakarta. Akhirnya Omesh terpilih sebagai empat pemain New Extravaganza setelah menyingkirkan lima belas peserta dari seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Melalui tahapan yang begitu panjang, Omesh sampai-sampai sempat tidak tidur tiga hari demi mengikuti audisi. Namun meski terkantuk dan perut yang lapar karena tidak tidur tiga hari banyak ide dan hal lucu yang keluar. \u201cUntungnya gue ngomong ceplas\u2013ceplos kalo laper dan kurang tidur. Itu hikmahnya tiga hari gak tidur dan laper,\u201d pungkas Omesh<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/m.fastnewsindonesia.com\/article\/ananda-omesh-tiga-hari-tak-tidur-demi-lolos-audisi\">Sumber<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (10\/3)-Lahir dan besar di Sukabumi, Omesh yang kala itu duduk di bangku sekolah menengah sudah aktif dalam berbagai kegiatan bidang seni teater. Lewat pertunjukan teater kabaret, ia bersama tim sering diundang untuk mengisi berbagai acara. Namun kegiatan teater tersebut &hellip; <a href=\"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/2015\/03\/ananda-omesh-tiga-hari-tak-tidur-demi-lolos-audisi\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":216,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215"}],"collection":[{"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":239,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215\/revisions\/239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anomindonesia.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}