Omesh, Perlu Sanksi Tegas Bagi Perokok Pelanggar Peraturan

Jakarta (Greeners) – Peraturan mengenai kawasan dilarang merokok sudah diberlakukan oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu. Beberapa daerah di Indonesia bahkan sudah memberlakukan Peraturan Daerah mengenai Kawasan Dilarang Merokok, seperti DKI Jakarta, Bogor, Cirebon, Surabaya, Palembang, dan Padang Panjang. Namun, peraturan tinggal peraturan karena masih banyak perokok yang merokok di kawasan bebas asap rokok.

Komedian yang juga dikenal sebagai aktor, Ananda Omesh, mengaku dirinya sudah merokok sejak duduk di bangku sekolah dasar. Mulanya, sekadar coba-coba yang kemudian berlanjut hingga ia benar-benar menjadi perokok aktif dan bisa membeli rokok sendiri. Kebiasaan merokoknya ini lantas sempat membuat ia harus dirawat di rumah sakit.

“Gue sempat berhenti dua tahun karena gue sempat sakit karena rokok. Gue dirawat di rumah sakit sampai ada operasi kecil. Tapi, mungkin karena iman gue belum kuat dan merasa sehat, gue kembali lagi merokok,” ujarnya saat ditemui dalam acara syukuran film baru yang akan dibintanginya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pria yang memiliki nama asli Ananda Rusdiana ini bercerita bahwa dirinya baru bisa menahan keinginan untuk merokok sejak bertemu dengan pacar yang kini menjadi istrinya, Dian Ayu Lestari. “Dia enggak suka sama cowok perokok. Akhirnya, gue mengurangi merokok dengan cara enggak merokok di depan dia,” ungkapnya.

Pria yang dikenal publik semenjak bermain dalam sitcom Extavaganza ini menyatakan bahwa meskipun dirinya dulu adalah seorang perokok aktif, namun ia tidak pernah merokok di dalam angkutan umum, rumah sakit dan tempat umum lainnya. “Gue hanya mau merokok di depan orang yang merokok,” kata pria yang akrab disapa Omesh ini.

Setelah menikah dan istrinya dinyatakan hamil, Omesh kemudian berkomitmen untuk tidak lagi bersentuhan dengan tembakau dan segala hal yang berkaitan dengan rokok. Keputusannya ini ternyata membantunya bernafas lebih lancar.

pulau Ayer.. #inserttranstv

“Nafas lebih enteng, wajah lebih segar, dan enggak mumet. Sekarang, pas lagi syuting, gue pernah mencoba untuk merokok. Gue langsung enggak suka rasanya dan memang enggak enak,” ujarnya.

Lebih lanjut Omesh mengatakan bahwa usaha pemerintah untuk mengurangi perokok dengan memasang gambar seram pada setiap bungkus rokok dinilai kurang efektif. Pasalnya, gambar-gambar ini masih bisa disembunyikan atau ditutupi. “Gambar itu tidak menimbulkan efek jera. Efeknya cuma jadi malas lihat (bungkus rokok) doang. Kalau merokoknya sih masih,” katanya.

Menurut Omesh, regulasi dan upaya preventif yang dikeluarkan pemerintah seharusnya sudah cukup membantu untuk mengurangi perokok. Namun, pemberian sanksi bagi pelanggar peraturan tersebut juga harus diterapkan.

“Ketika ada peraturan tanpa ada sanksi ya percuma. Beri sanksi yang tegas untuk orang-orang yang melanggar peraturan. Mudah-mudahan, Indonesia bisa menjadi negara bebas rokok,” katanya berharap.

Sumber